5 Alasan kenapa Surga ada di telapak kaki ibu - masandri
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Alasan kenapa Surga ada di telapak kaki ibu

Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu, begitu kata rasul dalam satu hadist sahihnya yang menggambarkan betapa keutamaan ibu lebih besar. Ibu, tanpanya mungkin tidak akan penah ada di dunia ini. Tidak lah Allah SWT menciptakan dunia hanya bagi Nabi Adam saja, kecuali juga ibu hawa, yang kemudian darinya lahirlah manusia -manusia yang memenuhi permukaan bumi.

Sumber limawaktu.id

Ibu adalah segalanya, atas jasanya kita bisa merasakan hidup yang seperti sekarang. Semua orang yang berjasa besar bagi dunia, pastilah lahir dari rahim ibu-ibu mereka. Bergitu besar jasanya bagi setiap orang, maka ungkapan yang mengatakan surga di telapak kaki ibu, selamanya takkan pernah atau permasalahkan. Pasalnya, begitu kita membuatnya sakit, maka takkan ada balasan selain neraka dan siksa. Begitu sebaliknya, menghormati dan menyayangnya akan  berbuah surga.

Betapa besarnya jasa ibu, sampai sampai ada ungkapan kalau kita takkan pernah bisa membalas kontan semuanya. Apa yang kita berikan hanya seujung kuku dari segunung hal yang telah diberikannya pada kita.

1. Ibu mengandung dalam keadaan Lemah dan Bertambah -tambah

Alasan Kenapa sampai surga yang begitu indah dan tak ada bandingannya di dunia itu ada di kaki ibu, adalah karena mereka kita ada. Bukan bim salabim, mereka harus bersusah payah membawa beban berat dalam waktu yang sangat lama. Mengandung tidaklah semudah yang kita kira.

Dan kami perintahkan manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah -tambah

 Demikian firman Allah SWT dalam surat lukman :14. Sejujurnya, ibu merasakan beban yang luar biasa saat mengandung bahkan ingin sesekali mereka menaruh jabang bayi ini dulu hanya untuk sekedar meluruskan punggungnya. Tapi tidak, ibu tidak demikian. Meskipun terlihat payah, tapi tanyakanlah kepada ayah betapa saat itu sangat sumringah wajahnya.

2. Melahirkan Sama Seperti Mati

Para suami mungkin hanya mulas-mulas saja ketika istrinya melahirkan. Namun bagi ibu, proses ini sama menyakitkannya seperti kematian. Rasa sakitnya jauh melebihi apapun yang mungkin dirasa manusia.

Manekan hingga keluar bayi sebesar itu, tentu sangat sakit rasanya. Tapi, ibu tak mengapa dengan hal ini, asal anak yang dilahirkan bisa lahir dengan selamat dan segera menuju pelukannya. Mati tak masalah, asal ini demi kita.


3. Penderitaan Tak Selesai Setelah ini

Selesai hamil dan melahirkan, apakah beban ibu telah selesai? Tentu saja tidak, karena ia masih terus merawat kita sampai setidaknya bisa mandiri dalam hal apa pun. Bangun tengah malam, gantikan popok kita yang baunya minta ampun. Menyusui tengah malam saat semua orang sudah pulas.

Saat kita mulai tumbuh, ibu tetap setia menyediakan semuanya untuk kita. Namun sayangnya, di masa -masa ini kita mulai membantah, mulai mengingkari janji, dan membuatnya terluka. Ibu bisa saja mengatakan susahnya melahirkan kita sebagai ungkapan kekesalannya, namun tidak demikian. Senakal apapun, kita tetaplah anaknya yang setiap malam masih selalu diselimuti ketika tidur. Ibu juga takkan pernah tidur ketika kita masih belum terlelap dalam mimpi.

4. Cinta Ibu kepada Anak Mengalahkan Suami

Lagu kasih ibu mungkin kekanak-kanakan bagi kita, namun hal tersebut sama sekali benar." Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa" cinta ibu kepada kita memang luar biasa. Bagai matahari yang menyinari Bumi, konstan tak pernah berubah dan tak pernah ingin berbalas apapun.

Cinta ibu kepada anak bahkan lebih besar dari suami. Padahal sebelumnya, takkan mungkin ibu berpaling dari ayah sedikitpun karena cintanya yang besar. Namun setelah kehadiran kita, ayah pun langsung jadi nomor dua dan ibu mencurahkan semua cintanya kepada kita. Bahkan ibu sekarang selalu mendahulukan kita dalam urusan apa pun dibanding ayah.


5. Ibu Tidak Butuh Balasan Apa Pun selain anak yang soleh solihah

Tidak pernah ada dalam sejarah seorang ibu meminta balasan atas semua yang dilakukannya kepada anak. Karena memang takkan pernah bisa diukur dengan apapun. Bahkan satu tarikan nafasnya saat melahirkan, tak sebanding dengan rumah ataupun semua harta yang kita miliki.

Meskipun tak meminta balasan, namun ibu selalu menginginkan kita menjadi hamba Allah SWT yang taat. Tak ada balasan yang lebih menyenangkan mereka selain menjadi anak yang sholeh dan selalu mendoakan saat masih hidup ataupun telah mati.

 "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh" hadist riwayat muslim

 Demikianlah alasan kenapa surga ada di telapak kaki ibu. Apa yang mereka lakukan benar-benar besar dan tak mungkin bisa kita membalasnya. Makanya, takkan ada rasa kehilangan yang lebih sakit dari pada saat kehilangan ibu. Selagi masih hidup, sayangilah, cintailah, patuhi kata-katanya, dan jangan berkata yang menyakitkan hatinya. Bahakan berkata 'ah' sekalipun.

Sumber artikel :https://www.boombastis.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/51901

masandri.org
masandri.org Blog Personal Mengulas seputar dunia blogger, AdSense, Game, Islami dan Jasa pembuatan website SEO Responsive

Posting Komentar untuk "5 Alasan kenapa Surga ada di telapak kaki ibu"

Berlangganan via Email